IDD PIK2 Bawa Wajah Baru Design Indonesia ke Dunia
- 17 Views
- redaksivoyagers
- 10 April 2026
- Event Gaya Hidup Interior Design
Voyagers.id – Indonesia kembali mencuri perhatian dunia—kali ini lewat panggung desain global di Salone del Mobile yang berlangsung di Milan pada 21–26 April 2026. Ajang prestisius ini bukan sekadar pameran furnitur, tetapi juga barometer tren desain dunia yang mempertemukan para desainer, brand, arsitek, hingga pelaku industri kreatif dari berbagai penjuru.
Di tengah hiruk-pikuk inovasi global, kehadiran Indonesia terasa semakin relevan. Melalui Indonesia Design District (IDD) PIK2, semangat desain sebagai identitas budaya sekaligus motor industri kreatif tampil dengan cara yang kuat dan terkurasi.
Sorotan utama hadir lewat IDD Pavilion, sebuah booth kolaboratif bertema House of Indonesia. Lebih dari sekadar ruang pamer, pavilion ini menjadi representasi ekosistem desain Indonesia yang terintegrasi—menghubungkan desainer, brand, manufaktur, hingga komunitas kreatif dalam satu narasi yang utuh. Di sinilah Indonesia berbicara, bukan hanya melalui estetika, tetapi juga melalui cerita, material, dan proses kreatif yang khas.

Di balik kurasi karya yang ditampilkan, ada nama Alvin Tjitrowirjo, desainer kenamaan yang merangkai beragam perspektif desain kontemporer Indonesia menjadi satu pengalaman yang cohesive. Karya-karya yang dipilih tidak hanya memanjakan visual, tetapi juga membawa identitas lokal ke dalam bahasa desain global.
Sementara itu, sentuhan ruang pada pavilion ini dirancang oleh Santi Alaysius, pendiri Domisilium Studio. Dikenal dengan pendekatan yang eksploratif dan naratif, Santi menghadirkan interpretasi ruang yang tidak hanya estetis, tetapi juga menggambarkan dinamika kolaborasi dalam ekosistem desain Indonesia.
Tak berhenti di situ, kehadiran Indonesia juga diperkuat oleh partisipasi para desainer muda di SaloneSatellite—platform khusus dalam Salone del Mobile yang menjadi panggung bagi talenta emerging dunia. Nama-nama seperti Studio Banda, Zulyo Kumara, dan Cynthia Margaret turut membawa energi baru dan perspektif segar dari Indonesia ke kancah internasional.

Menariknya, IDD juga berperan aktif di balik layar dengan mendukung proses pengiriman karya-karya tersebut ke Milan—sebuah langkah konkret untuk memastikan kreativitas Indonesia bisa tampil tanpa batas di panggung global.
Partisipasi ini pun mendapat dukungan luas, mulai dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, hingga jaringan internasional seperti Indonesian Trade Promotion Center Milan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Roma.
Menurut Ipeng Widjojo, IDD Pavilion adalah cara untuk memperkenalkan Indonesia sebagai ekosistem desain yang kolaboratif dan siap bersaing di tingkat global.
Lebih dari sekadar partisipasi, kehadiran Indonesia di Salone del Mobile tahun ini menjadi pernyataan: bahwa desain Indonesia tidak lagi berada di pinggiran, melainkan sudah menjadi bagian dari percakapan global. Sebuah langkah penting yang membuka peluang kolaborasi baru, memperluas jaringan internasional, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan kreatif yang terus berkembang.
Kategori
- Bisnis
- CSR
- E-Commerce
- Ekonomi
- Ekspedisi
- Elektronik
- Event
- Fashion
- Film
- Gaya Hidup
- Hiburan
- Hotel
- Hotel Update
- Hukum
- Industri
- Inspirasi
- Interior Design
- Kabar Pariwisata
- Kecantikan
- Kementerian
- Kesehatan
- Kuliner
- Musik
- News
- Olahraga
- Otomotif
- Pariwisata
- Perbankan
- Pertambangan
- Piala Eropa
- Profil Hotel
- Promo Hotel
- Properti
- Retail
- Sepak Bola
- Tekno
- Telekomunikasi
- Transportasi
- Voyagers English









